Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta kembali melaksanakan International Nursing Summer School (INSS). Kegiatan tahunan yang berlangsung sejak tahun 2014 ini telah berlangsung selama 5 tahun. Kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 6 – 19 Agustus 2018 silam ini mengambil tema “Ngapati – The Enhancement Quality of Life and Javanese Culture in Maternity Nursing”.

Nadila Putri Mayna, selaku Koordinator Divisi Acara kegiatan menjelaskan bahwa tema yang diambil tahun ini berbeda dari tahun – tahun sebelumnya. “Tahun ini kami mengambil tema maternitas karena melihat dalam budaya Jawa, beragam mitos atau  hal – hal yang dapat dilakukan selama kehamilan dan dipercayai oleh sebagian masyarakat yang meyakininya dapat mempengaruhi  proses kehamilan. Kebudayaan yang diyakini oleh ibu hamil saat mengandung akan mempengaruhi sikap ibu dalam memberikan asuhan kepada sang janin. Jika asuhan yang dilakukan hanya sesuai dengan keyakinan budaya yang ada tanpa adanya sikap berhati-hati dengan memperhatikan landasan yang kuat atau yang sesuai dengan ajaran Islam, hal tersebut dapat mempengaruhi kondisi ibu dan janin. Padahal dengan memperhatikan landasan yang sesuai tersebut dapat memberikan asuhan yang bermanfaat kepada sang ibu dan janinnya serta dapat menurunkan pula tingkat AKI dan AKB yang terjadi”.

Nadila kembali menjelaskan diambilnya kata Ngapati atau disebut Ngupati adalah ritual 4 bulan masa kehamilan oleh masyarakat Jawa. “Ngapati” berasal dari kata papat, bahasa jawa yang artinya empat. Jadi, ini merupakan tradisi ketika ada wanita hamil yang masa kehamilannya sudah mencapai 4 bulan. Ngapati ditandai dengan upacara pemberian makan yang salah satu menunya adalah ketupat. Ritual ini pun hanya terjadi di Indonesia.

5th INSS ini diikuti oleh 11 peserta yang berasal dari universitas mancanegara meliputi Banha University Egypt, Ubon Ratchathani University Thailand, Universiti Putra Malaysia, dan juga universitas dari dalam negeri meliputi STIKes Muhammadiyah Ciamis dan Universitas Nasional Jakarta. Kegiatan dibuka melalui acara pre opening dan welcoming ceremony pada Senin (06/08/2018).

Kegiatan 5th INSS meliputi berbagai kegiatan akademik (seperti kuliah dan skills lab) dan non akademik (city tour dan sebagainya). Tie Ngiuk Ling sebagai peserta mengatakan “Kami sangat senang dan tertarik dapat belajar keperawatan di Indonesia terutama keperawatan maternitas. Selain itu, kami juga saling bertukar pikiran tentang bagaimana keperawatan di Indonesia dan negara asal kami”. Disamping kegiatan tersebut, peserta INSS juga mendapatkan kesempatan untuk belajar bahasa Indonesia dan juga bahasa jawa serta belajar bagaimana filosofi yogyakarta langsung dari guru sejarah bapak Yusuf Istianto, M.Pd.

5th INSS juga mengadakan kegiatan Live In di pedukuhan Sambikerep, Kasihan, Bantul, Yogyakarta pada tanggal 11 – 12 Agustus 2018. Peserta berkesempatan untuk tinggal dan merasakan kehidupan di desa tersebut. Kegiatan ini meliputi senam bersama warga desa, penyuluhan kesehatan reproduksi remaja, dan cek kesehatan gratis. Kegiatan ini juga diikuti oleh dosen – dosen serta alumni PSIK UMY. Kepala dukuh Sambikerep bapak Longgar Hartono mengatakan “kegiatan ini sangat menarik karena kami baru pertama kali kedatangan orang dari luar negeri yang ingin mengetahui dan belajar kebudayaan yang ada di desa kami. Semua warga sangat antusias menyambut kedatangan peserta dan teman – teman dari keperawatan UMY”. Peserta juga berkesempatan untuk melihat secara langsung prosesi adat kehamilan “Mitoni” , melihat penampilan gejok lesung, belajar cara pembuatan emping, dan melihat pembuatan wayang kulit.

Kegiatan ini ditutup melalui closing ceremony pada tanggal 18 Agustus 2018. Kepala Program Studi Ilmu Keperawatan UMY Ibu Shanti Wardhaningsih, Ns.,M.Kep.,Sp.Jiwa sangat mengapresiasi kegiatan INSS ini. Beliau berharap ilmu yang didapat dari kegiatan ini dapat menjadi pelajaran sehingga kedepannya dapat meningkatkan asuhan keperawatan terutama keperawatan maternitas dan menjadi perawat yang professional. Salah Mohammed peserta dari Mesir mengungkapkan “Acara INSS ini merupakan acara yang sangat bagus. Banyak pengalaman yang saya dapat dari Indonesia dan nantinya saya akan membagi pengalaman ini di negara saya. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh dosen, panitia, dan pihak – pihak yang telah menjaga kami dengan baik selama berada di Indonesia”. (rhp)