Postpartum merupakan masa adaptasi bagi ibu dan bayi setelah proses kehamilan dan persalinan. Masa postpartum memiliki dua tahap adaptasi, yaitu adaptasi fisiologi dan adaptasi psikologis. Masalah kesehatan yang dialami ibu postpartum antara lain ketidaknyamanan pada payudara, tidak nyaman pada bagian perut, gatal pada perineum, keputihan dan kelelahan. Sebagian besar pasangan juga takut memulai hubungan seksual karena hal tersebut dianggap tabu sehingga enggan untuk mendiskusikan.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Padukuhan Kalirandu, banyak wanita usia subur (WUS) dan ibu-ibu di masa nifas/ postpartum di Wilayah tersebut. Ibu-ibu postpartum membutuhkan pengetahuan perawatan diri postpartum dan deteksi dini tanda bahaya postpartum sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi postpartum atau masalah kesehatan reproduksi wanita. WUS juga penting menjaga kesehatan reproduksinya terutama pencegahan masalah seksual. Banyak masalah seksual yang dialami namun menganggap hal yang tabu sehingga menganggu keharmonisan rumah tangga.

Jumlah persalinan di Puskesmas Kasihan I Bantul pada bulan Januari sampai Agustus 2018 sebanyak 506 orang. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah ibu postpartum cukup banyak dan mengalami peningkatan sehingga ibu-ibu postpartum dan WUS membutuhkan perawatan kesehatan reproduksi agar terhindar dari masalah kesehatan dan pencegahan terjadinya komplikasi postpartum atau masalah kesehatan reproduksi lainnya.

Berdasarkan permasalahan diatas, tim dosen dan  mahasiswa PSIK FKIK UMY yang diketuai oleh Riski Oktafia, M.Kep., Ns., Sp.Kep.Mat mengadakan serangkaian kegiatan Gerakan Emak Sehat Reproduksi (GEMESI) dalam upaya Peningkatan Kesehatan Reproduksi di Padukuhan Kalirandu. Kegiatan ini dilaksanakan pada ibu-ibu postpartum dan WUS dari Bulan Februari-April 2019 di Monumen Apsari Kalirandu.

“Peserta antusias mengikuti kegiatan GEMESI. Kegiatan GEMESI di awali dari screening kesehatan pada ibu postpartum dan WUS, edukasi kesehatan reproduksi, edukasi pencegahan masalah seksual dan pelatihan senam kegel. Peserta juga di berikan  modul GEMESI yang telah kami berikan pada saat pertemuan dengan tujuan peserta dapat melakukan atau menerapkan secara mandiri. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu postpartum dan WUS dan semoga bisa membuat peserta paham pentingnya menjaga kesehatan reproduksinya” jelas Riski sebagai ketua pelaksana kegiatan.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan ini merupakan implementasi dari program Hibah Pengabdian Masyarakat oleh Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyaratak (LP3M) Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Tim pengabdi berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesehatan reproduksi pada masyarakat khususnya ibu-ibu postpartum dan WUS. (RO)