Pijat bayi merupakan tradisi turun menurun dalam keluarga dan masyarakat Indonesia, karena pijat bayi dipercaya memiliki banyak manfaat bagi bayi sebagai stimulus bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi, melalui pijatan keluarga dapat berkomunikasi disamping itu pula dapat sebagai wujud perhatian, kasih sayang dan penerimaan antara sesama anggota keluarga yang dapat mempererat hubungan persaudaraan. Cinta dan kasih sayang antar sesama anggota keluarga dapat diperoleh dengan penguatan bonding attachment melalui kelas pijat bayi yang diperuntukan untuk keluarga dan bayi. Pijat bayi tidak harus selalu dilakukan di dukun bayi, klinik atau pelayanan kesehatan lainnya karena ibu dapat melakukan pijat bayi di rumah. Itulah tema pengabdian masyarakat yang dilakukan pada bulan Maret – April 2019 yang dilakukan oleh ibu Rahmah M.Kep.,Sp.Kep.An yang didukung sepenuhnya oleh program studi Ilmu keperawatan FKIK UMY dan LP3M UMY.

 

Rahmah, selakuketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa sebenarnya cara memijat bayi yang benar dan sebagai sarana penanaman nilai-nilai keislaman dapat dipelajari melalui pelatihan salahsatunya, dan agar semua keluarga yang memiliki bayi dapat memiliki kesempatan untuk mempelajari cara pijat bayi yang benar dibutuhkan beberapa sumberdaya manusia yang bersedia melatih keluarga untuk melakukan pijat bayi dirumah sekaligus dapat mempromosikan pijat bayi di kalangan masyarakat. Adapun Tujuan dari kegiatan ini adalah mencetak kader Aisyiah dalam membantu menyebarluaskan keterampilan pijat bayi pada ibu yang memiliki bayi agar ibu dapat melakukan pijat bayi di rumah. Dengan pelatihan yang diadakan selama kurang lebih 3 kali tahapan akhirnya ranting Aisyiah di Wilayah Ngampilan memiliki 5 kader Aisyiah yang siap menyebarluaskan dan mempromosikan pijat bayi di masyarakat.