Dalam kegiatan sehari-hari ada banyak hal yang dapat berujung pada kecelakaan, misalnya kecelakaan saat berkendara di jalan dan lainnya. Apabila terjadi kecelakaan semacam itu seringkali orang-orang di sekitar berusaha membantu dengan memberikan pertolongan pertama pada korban, tapi seringkali pertolongan tersebut dilakukan dengan kurang tepat.

Menanggapi hal tersebut Program Studi Profesi Ners Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Membentuk RADAR (Remaja Tanggap Darurat) dan memberikan pelatihan kepada para pemuda di Pedukuhan Jeblog, Tirtonimolo, Kasihan, Bantul. Wilayah Pedukuhan Jeblog yang terdiri dari 2 desa yaitu Menayu Kulon dan Menayu Kidul terpisah oleh jalan raya yang sering dipadati oleh para pengendara bermotor dan sangat potensial terjadi kecelakaan.

Berdasarkan pengkajian yang dilakukan oleh para mahasiswa prodi Profesi Ners, banyak dari warga Jeblog yang belum mengetahui penanganan pertolongan pertama pada korban. “Kebanyakan warga belum memahami penanganan pertolongan pertama ketika terjadi kecelakaan dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya saja untuk kecelakaan yang menyebabkan luka bakar, banyak warga yang masih melakukan penanganan dengan mengompres luka dengan air es atau mengolesinya dengan pasta gigi. Padahal ini hal yang kurang tepat untuk dilakukan dan malah dapat menghambat penyembuhan,” ungkap Ahmad Firdaus selaku ketua panitia pelatihan di sela-sela kegiatan pelatihan pada hari Senin malam (23/4).

Program pelatihan yang diselenggarakan ini memberikan pengetahuan pada warga tentang berbagai penanganan pertama terhadap kecelakaan dengan tepat. “Pelatihan ini akan kami laksanakan selama 2 bulan, di minggu sebelumnya kami sudah memberikan materi mengenai bagaimana menangani keracunan baik dari bahan makanan atau bahan kimia. Juga penanganan terhadap gigitan hewan berbisa seperti ular atau sengatan lebah dan juga penanganan terhadap kejang dan demam. Untuk minggu ini kami memberikan materi mengenai pertolongan pertama pada cedera tubuh seperti keseleo, cedera otot, hingga patah tulang. Juga diberikan materi untuk melakukan pertolongan pertama pada korban yang pingsan,” lanjut Ahmad.

Kegiatan ini diiringi dengan membentuk RADAR (Remaja Tanggap Darurat) yang beranggotakan para pemuda dari pedukuhan Jeblog. Para pemuda ini juga mendapatkan pelatihan sekaligus praktik untuk penanganan korban pingsan, pijat jantung dan pembidaian untuk fraktur. “Untuk korban pingsan yang pertama harus dilakukan adalah memindahkan korban ke tempat yang aman. Lalu posisikan korban secara terlentang agar aliran darah ke kepala lancar, juga longgarkan pakaian korban agar dapat bernapas dengan baik. Berikan rangsangan kepada korban, yang umumnya dilakukan adalah dengan memercikkan air ke wajah korban atau dengan memberikan minyak kayu putih. Apabila tidak ada respon, berikan bantuan oksigen bila memungkinkan dan segera kontak ambulan agar dapat segera diberi pertolongan lanjutan,” jelasnya kepada para pemuda peserta pelatihan.

Disebutkan oleh Ema Waliyanti, S.Kep., NS., MPH, Dosen Prodi Profesi Ners UMY pengampu Stase Komunitas, bahwa kegiatan ini juga melibatkan Puskesmas Kasihan 2 sebagai pihak rujukan. Ema juga menyebutkan bahwa dengan kegiatan ini para pemuda pedukuhan Jeblog dapat memberikan tindakan preventif dan juga pertolongan awal secara tepat apabila terjadi kecelakaan. “Pembentukkan RADAR ini juga agar para pemuda dapat menularkan pengetahuaan ini kepada keluarganya masing-masing dan juga dapat memberikan pertolongan yang tepat berdasarkan pengetahuan yang telah didapatkan. Terutama untuk kecelakaan yang sering terjadi dalam kegiatan sehari-hari sehingga dapat ditangani dengan baik,” ungkapnya. (raditia)

Let's Share!