Proses Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran di PSIK FKIK UMY menggunakan struktur kurikulum full blok dengan pendekatan paralel. Metode perkuliahan dilaksanakan dengan beberapa metode yaitu ceramah, tutorial, mentoring, skills lab, field trip, dan praktek klinik.

Perhitungan SKS kegiatan pembelajaran mengacu ke Permen Ristek Dikti nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Metode ceramah dilaksanakan dalam bentuk student center learning dan  kuliah pakar pada setiap akhir modul dengan perhitungan 1 SKS tutorial setara 1 x 50 menit x 14 tatap muka. Tutorial dan mentoring dilaksanakan dengan perhitungan 1 SKS tutorial setara 1 x 100 menit x 14 tatap muka, sedangkan metode skills lab / praktek diselesaikan dengan perhitungan 1 SKS praktek setara dengan 1 x 170 menit x 14 tatap muka. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan mulai jam 07.30 sampai dengan jam 17.30.

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

No

Jenis Kegiatan

Uraian

1

Tutorial Merupakan diskusi  kelompok kecil dimana setiap kelompok beranggotakan 10-15 mahasiswa dan dibantu oleh satu  tutor yang bertugas sebagai fasilitator. Mahasiswa akan dihadapkan pada kasus-kasus sebagai triger untuk diskusi. Dalam diskusi tutorial ditunjuk dua orang sebagai ketua dan sekretaris. Keduanya akan bertugas sebagai pimpinan diskusi. Ketua diskusi dan sekretaris ditunjuk secara bergiliran untuk setiap skenario agar semua mahasiswa mempunyai kesempatan berlatih sebagai pemimpin dalam diskusi. Tutor akan membantu  mahasiswa dalam diskusi untuk mencapai tujuan belajar tanpa harus banyak mengintervensi diskusi maupun memberikan penjelasan panjang lebar. Setiap mahasiswa diharapkan senantiasa berani mengemukakan pendapat atau analisanya. Kasus diberikan di awal blok akan berjalan untuk memberikan kesempatan mahasiswa belajar mandiri. Pendekatan proses pembelajaran PBL ini menggunakan konsep seven jump. Seven jumps meliputi :

1. Mengklarifikasi istilah atau konsep.

2. Menetapkan permasalahan

3. Menganalisis masalah

4. Menarik kesimpulan dari langkah 3

5. Menetapkan Tujuan Belajar

6. Mengumpulkan informasi tambahan (belajar mandiri)

7. Mensintesis / menguji informasi baru.

2

Mentoring Merupakan  kegiatan pembinaan, pengarahan dalam sebuah kelompok yang tetap dimana terjadi komunikasi dua arah antara Mentor dan Mentee untuk bertukar pikiran. Langkah-langkah mentoring merujuk ke  “Five Phase Mentoring Relationship Model”, menurut Wheeler & Cooper yaitu :

1.Phase one : purpose.

Mentor dan mentee membahas tujuan pembelajaran yang akan didiskusikan pada saat kegiatan mentoring, memperjelas tugas dan peran masing-masing

2.Phase two : Engagement.

Mentor memulai kegiatan diskusi dengan hal yang menyenangkan dan menjelaskan secara sederhana konsep yang akan didiskusikan.

3.Phase three : Planning. Developing your mentoring action plan. How can I achieve my goals? How will we work together?

Mentor dan mentee membuat perencanaan terkait pencapaian tujuan, langkah-langkah apa yang harus dilakukan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.

4.Phase four : Emergence. Engaging in the conversation. What we are learning?

Mentor dan mentee memulai proses diskusi terkait materi mentoring dan disesuaikan dengan rencana yang telah disusun.

5.Phase five : Completion. Celebrating accomplishment. What are my next steps?

Mentee membuat kesimpulan hasil diskusi dan mempersiapkan materi presentasi

3

Kuliah Perkuliahan dilaksanakan dengan metode student center learning dan kuliah pakar di akhir blok. Dosen yang dipilih merupakan orang yang expert dibidangnya, sehingga diharapkan experties dapat memberikan klarifikasi terkait dengan kasus yang ditutorialkan berdasarkan evidence based practice (EBP).

4

Audioconference Merupakan salah satu bentuk perkuliahan di kelas, tetapi dosen tidak hadir di kelas (hanya mahasiswa). Materi dosen diberikan langsung melalui suara dari jarak jauh. Disediakan 1 dosen sebagai moderator di kelas,  yang membantu untuk menampilkan slide  dan sebagai fasilitator antara pemberi kuliah dengan mahasiswa. Kuliah audioconference ini untuk memfasilitasi mahasiswa untuk mendapat kuliah dari dosen expert/pakar yang berada di luar kota/luar pulau, tetapi karena kesibukannya tidak dapat datang ke tempat kuliah.

5

Skill Enhacement Skill bertujuan untuk melatih keterampilan mahasiswa dengan cara memberikan kesempatan setiap mahasiswa untuk berlatih dengan menggunakan cek list yang sudah disediakan dan didampingi  instruktur (1 instruktur untuk 5-6 mahasiswa). Untuk menunjang kegiatan ini disediakan laboratorium skill keperawatan, mini hospital dan desa binaan sebagai laboratorium keperawatan komunitas.

6

Field Site Teaching/FST (pembelajaran di lapangan) Kegiatan ini berupa kunjungan ke tempat pelayanan kesehatan di unit/instalasi sesuai topic mata kuliah, yang bertujuan untuk mengidentifikasi fenomena-fenomena yang ada di lapangan dan membahasnya dengan pembimbing dan perawat senior. Mahasiswa mendapat kesempatan untuk mengaplikasikan critical thinking dan pemilihan alternatif solusi untuk kemudian dipaparkan di kelas.

7

Plenary discussion Plenary discussion dilakukan di akhir modul. Mahasiswa mempresentasikan kasus field trip dan akan mendapatkan masukan dari expert.

8

Penugasan Mahasiswa harus menyelesaikan tugas yang diberikan dosen, baik secara individu maupun kelompok. Pemberian tugas ini dimaksudkan untuk meningkatan pengetahuan dan wawasan mahasiswa secara manadiri terhadap suatu topik atau penyelesaian kasus.

9

Progress test Progress test adalah suatu ujian untuk mengetahui peningkatan kemampuan mahasiswa dibidang ilmu keperawatan. Ujian ini dilakukan secara periodik, dijadwalkan setiap akhir stase dan wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa. Progress test akan dilakukan dengan menggunakan CBT.

10

Evidence-Based Nursing (EBN) Evidence-Based Nursing akan diperkenalkan kepada mahasiswa di tahun kedua dan kemampuan dalam Evidence-based Nursing ini akan membekali mahasiswa dalam peningkatan kemampuan diri menjadi perawat professional. Pembelajaran EBN ini akan melatih mahasiswa untuk berpikir kritis sekaligus  mengkritisi hasil-hasil penelitian keperawatan serta meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memilih dan menerapkan hasil-hasil penelitian keperawatan yang telah teruji untuk meningkatkan kualitas asuhan.

11

International Student Exchange International student exchange adalah program pertukaran mahasiswa ke luar negeri. Program ini dilaksanakan saat mahasiswa memasuki tahap profesi ners. Tujuan dari program ini adalah untuk mengenalkan profesi keperawatan di dunia internasional dan memberikan kesempatan kepada  mahasiswa untuk menambah pengetahuan dan pengalaman terkait program unggulan dalam bidang keperawatan di rumah sakit tempat mahasiswa praktek. Program ini dilaksanakan selama kurang lebih 4 minggu

12

Karya tulis ilmiah (KTI) Karya tulis ilmiah (KTI) merupakan tugas akhir bagi mahasiswa keperawatan yang bersifat wajib. Topik-topik penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi keperawatan, baik praktek, teori, maupun untuk pengembangan riset keperawatan serta kompetisi penelitian.

13

E-learning E-learning digunakan sebagai salah satu media pembelajaran untuk perkuliahan. E-learning yaitu pembelajaran dengan internet melalui program Els. Untuk beberapa topik dalam mata kuliah akan disampaikan melalui e-learning ini, termasuk untuk mengerjakan mini-quiz

14

PSKI PSKI adalah Pusat Studi Keperawatan  Islam. Bagi mahasiswa keperawatan ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan sebagai syarat kelulusan akademik, diantaranya harus lulus ujian yang diselenggarakan oleh bagian Pendampingan Agama Islam.