Indonesia merupakan negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia. Menurut rilis data Kementrian Agama RI tahun 2018 bahwa dalam dua tahun terakhir Indonesia telah mengirimkan lebih dari 200.000 jamaah. Jamaah yang diberangkatkan bahkan didominasi oleh usia lebih dari 50 tahun. Ibadah haji sendiri tidak hanya membutuhkan kesiapan ruhani, namun tidak kalah pentingnya adalah kesehatan fisik maupun mental. Calon jamaah haji dituntut untuk dapat menyiapkan diri sebaik mungkin agar dapat menimalisir gangguan kesehatan yang dapat terjadi selama ibadah haji berlangsung.

Berawal dari hal tersebut Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) UMY bekerjasama dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Aisyiyah Bantul menyelenggarakan pengabdian masyarakat tentang upaya promosi kesehatan haji, pada Sabtu (16/2) bertempat di Sekretariat Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tamantirto Utara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang diketuai oleh Syahruramdhani, MSN dengan anggota Falasifah Ani Yuniarti, MAN dan Yanuar Fahrizal, M.Kep., Sp..Jiwa. “Tujuan kami mengadakan kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan calon jamaah haji yang sehat secara fisik maupun mental,” jelas Syahruramdhani saat dihubungi pada Rabu (27/2).

Syahru kembali menyampaikan, kegiatan tersebut diawali dengan penyampaian materi oleh Dr. dr. Kusbaryanto., M. Kes tentang masalah kesehatan pada jamaah haji dan penanganannya. “Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan berupa tekanan darah, gula darah, kolesterol dan asam urat. Peserta yang hadir tidak kurang dari 70 calon jamaah haji yang berasal dari Kecamatan Sedayu dan Kasihan,” imbuhnya lagi. (FH)