Penanganan bencana pada saat ini cenderung kurang efektif. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain paradigma penanganan bencana yang bersifat parsial, sektoral dan kurang terpadu, disamping itu masih memusatkan tanggapan pada upaya pemerintah, sebatas pemberian bantuan fisik dan dilakukan hanya pada fase kedaruratan. Pada bagian lain, perubahan pada sistem pemerintahan serta semakin terlibatnya organisasi non pemerintah dalam kegiatan kemasyarakatan memerlukan perubahan mendasar pada sistem penanganan bencana. Tahapan tanggap darurat merupakan tahapan yang menjadi perhatian khusus dengan manajemen yang efektif dan efisien. Penanganan ini memerlukan kajian yang tepat terutama dalam bidang kesehatan. Hal ini menghindari terjadinya “under atau upper intervensi” penanganan bencana sektor kesehatan. Pengalaman penanganan dampak akibat bencana di Indonesia bidang kesehatan sering terjadi ketimpangan, antara kebutuhan dan kapasitas, sehingga menjadi kurang efektif, tidak tepat sasaran, dan mengeluarkan banyak tenaga maupun dana.

Untuk merespons hal tersebut, PSIK FKIK UMY menyelenggarakan workshop Workshop Keperawatan Emergensi Dan Management Disaster “Duo – Rapid (Health Assessment In Disaster & Trauma Survey)” (RHA & RTS) yang dilaksanakan di Amphiteater Lt.4 Gedung Kasmansingodimedjo, Pasca Sarjana UMY pada hari Sabtu (5/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang dilaksanakan oleh PSIK FKIK UMY pada bulan agustus ini yaitu International Emergency Nursing Camp (IENC) dan International Nursing Summer School (INSS) dan dihadiri oleh dosen, perseptor dan praktisi rumah sakit dan puskesmas yang menjadi homebase mahasiswa profesi ners PSIK FKIK UMY. Materi dalam workshop ini disampaikan oleh Lisa Vermeulen (Manager E.R.Maroondah Hospital- Australia) tentang Managemen Respon pada Mass casualty Insident dan workshop triase SEAVE dan MIMS, serta Suvapat Nakrukamphonphantn, MSN., RN (Ubon Ratchathani University Thailand) yang menyampaikan Inisial Asesment khususnya pada Primary Survey.

Peserta yang mengikuti workshop ini diharapkan dapat mengetahui konsep RHA dalam penanganan kasus bencana & RTS update dan strategi khusus dalam penanganan trauma, mengaplikasikan penggunaan kartu standar RHA pada masing-masing Hazard, serta dapat mengaplikasikan strategi khusus dalam capain RTS dengan baik. (a.r)